Powered By Blogger

Kamis, 05 Desember 2013

Harap Ayah



"Harap Ayah"

kukayuh rotan di ambang alam insang
menaruh harap dalam cemas akan cuap sang mentari
segar rasa peluhku tumpah menggelitik  pasir
saat senja kini dan seterusnya karenamu
ya, anak kecil di atas ayunan mainkan  jari mungil
seputih kertas yang akan tergores tinta
tintaku ini akan membentuk sketsa sejatimu
di negeri topeng hina ini
            saat waktu tergelincir kelak
            harapku untukmu menjadi ksatria
            tanpa menghunus pedang
            tanpa menodai tutur katamu
kau tegak dengan katamu, tak tergoyah
kau topang sua rakyat negeri ini
buktikan pada sang pengayuh rotan
sejatimu adalah tintaku yang kau jaga ukirannya
harapku..


2 komentar:

  1. Eciyeeeee Bikin Puisi jigah

    hahhahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. puisinya udah lama ini mahh.. waktu masih di cangkir man kragilan ;D

      Hapus